DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN TEKNIK PEMERIKSAAN PAYUDARA OLEH TENAGA MEDIS (SADARNIS) DI DESA TENGGULI KECAMATAN SAJAD KABUPATEN SAMBAS

Main Article Content

Eka Riana
Dwi Khalisa
Tria Susanti

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah tumor ganas pada payudara atau salah satu payudara. Prevalensi dan estimasi jumlah angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian kanker untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Skrining untuk kanker payudara adalah mendapatkan orang atau kelompok orang yang terdeteksi mempunyai kelainan/abnormalitas yang mungkin kanker payudara dan selanjutnya memerlukan diagnosa konfirmasi. Skrining ditujukan untuk mendapatkan kanker payudara dini sehingga hasil pengobatan menjadi efektif. Beberapa tindakan untuk screening adalah periksa payudara sendiri (SADARI), periksa payudara oleh tenaga medis (SADARNIS) dan mammografi screening (Kemenkes RI,
2018). Tujuan: diharapkan peserta dapat melakukan skrining kanker payudara secara mandiri. Metode Pemecahan: Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test pada saat penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara oleh tenaga medis (SADARNIS) oleh Tim dan dibantu 1 bidan desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas Tanggal 19-20 September 2019 dengan total peserta 30 wanita usia subur. Hasil: Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat serta terdapat peningkatan pengetahuan dari sebelum mendapatkan penyuluhan dengan setelah mendapat penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara sebesar 63% dan dari 30 peserta didapatkan 1 peserta yang kemungkinan kelainan payudara jinak sehingga dilakukan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan, 29 sasaran lainnya dalam keadaan normal atau tidak ada kelainan.


 


Background: Breast cancer is a malignant tumor in one or both breasts. The prevalence of cancer cases in Indonesia (136.2 / 100,000 population) is high, ranks 8th in Southeast Asia and 23rd in Asia. In Indonesia, breast cancer is the highest cancer incidence for women with case number around 42.1 per 100,000 population. Moreover, it causes an average of 17 deaths per 100,000 population. Screening for breast cancer aim to detect patient with abnormalities that potentially develop into breast cancer, follow by confirmatory diagnosis. Screening is intended to detect breast cancer early for a better treatment results. Several techniques used for breast cancer screening such as: breast self-examination (BSE), breast examinations by medical personnel (SADARNIS) and screening mammography. Objective: The participants can do their own breast cancer screening independently at home. Method: We used pre and post-test at the time of counseling, then followed by breast examination by medical staffs, one staff that assisted by a local midwife (SADARNIS). The study was carried out in Tengguli Village, Sajad Subdistrict, Sambas Regency on 19-20 September 2019 with a total of 30 female participants of childbearing age. Results: This activity received a
good response from the community. There was an increase in knowledge for early detection for breast cancer from before and after the counseling by 63%. Furthermore, among 30 participants, we found a participant who was likely to has benign breast abnormalities that recommend for further examination. Whereas 29 other participants categorized as normal or no abnormalities.

Article Details

How to Cite
1.
Riana E, Khalisa D, Susanti T. DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN TEKNIK PEMERIKSAAN PAYUDARA OLEH TENAGA MEDIS (SADARNIS) DI DESA TENGGULI KECAMATAN SAJAD KABUPATEN SAMBAS. khidmah [Internet]. 2020Oct.9 [cited 2024Jun.13];2(2):155-66. Available from: http://khidmah.ikestmp.ac.id/index.php/khidmah/article/view/319
Section
Articles

References

Brilliana, Dkk. (2017). Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari). The Indonesian Journal Of Public Health, Vol. 12 No. 2, Desember 2017: 143–153.
Jatoi, I. (2018). Risk-Reducing Options for Women with a Hereditary Breast Cancer Predisposition. European Journal of Breast Health, 14(4), 189–193. https://doi.org/10.5152/ejbh.2018.4324
Kemenkes RI. (2016). Kanker payudara. jakarta: Infodatin.
Kemenkes RI. (2018). Panduan Penatalaksanaan Kanker payudara. jakarta.
Kemenkes RI. (2019). Hari Kanker Sedunia 2019. Kemenkes RI. jakarta: Kemenkes RI.
Klinis, O., & Queen, R. S. (2017). Kanker Payudara.
Lestari, P. (2019). Pentingnya Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara. Indonesian Journal of Community
Empowerment (IJCE). Vol.1 No.2. 55-57.
Olfah, Y., Mendri, N. K., & Badi’ah, A. (2013). Kanker Payudara dan Sadari. yogyakarta: Nuha Medika.
Shah, R., Rosso, K., & David Nathanson, S. (2014). Pathogenesis, prevention, diagnosis and treatment of breast cancer. World Journal of Clinical Oncology, 5(3), 283–298. https://doi.org/10.5306/wjco.v5.i3.283
Witdiawati.,dkk. (2019). Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Kanker Payudara sebagai Upaya Promosi Kesehatan Wanita Pasangan Usia Subur. MKK: Volume 2 No 2
November 2019
Zaviera, P. (2011). Deteksi Dini Kanker Payudara. yogyakarta: Buku biru.