PENINGKATAN COMMUNITY AWARENESS TERHADAP INDIKATOR GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI DESA SUNGSANG KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN

Main Article Content

Romiko Romiko
Joko Tri Wahyudi
Sri Yulia

Abstract

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan salah satu program dari pemerintah untuk dapat mewujudkan status kesehatan masyarakat setinggitingginya. Desa Sungsang merupakan salah satu dari 17 desa yang ada di Kabupaten Banyuasin. Salah satu permasalahan yang terjadi di Desa Sungsang ini adalah masih
rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan indikator keluarga sehat. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar dapat meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat dalam menjalankan kegiatan-kegiatan GERMAS dengan melibatkan seluruh aspek masyarakat, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Sungsang. Metode yang digunakan dalam pengabmas ini adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang GERMAS dan indikator keluarga sehat dengan ceramah menggunakan media leaflet. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, masyarakat yang pengetahuannya baik meningkat sebesar 48,7% dibandingkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sehingga dapat disimpulkan pendidikan kesehatan tentang GERMAS dan indikator hidup sehat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tengang GERMAS.


 


Health development is essentially an effort carried out by all components of the Indonesian Nation which aims to increase awareness, ability and ability to live a healthy life for everyone in order to realize the highest degree of public health. The Healthy Life Society Movement (GERMAS) is one of the programs of the government to be able to realize the highest public health status. Sungsang Village is one of 17 villages in Banyuasin Regency. One of the problems that occurred in Sungsang Village was the low level of knowledge and awareness of the community towards the activities of the Healthy Living Community Movement (GERMAS) and indicators of a healthy family. The purpose of this community service is to increase the ability and willingness of the community to carry out GERMAS activities by involving all aspects of the community, so that in the end it is expected to improve the quality of life of people in Sungsang Village. The method used in this community service is to provide health education about GERMAS and indicators of healthy families with lectures using leaflet media. After health education was carried out, the community with good knowledge increased by 48.7% compared to before it was given health education, so it can be concluded that health education about GERMAS and indicators of healthy living can increase the knowledge of GERMAS.

Article Details

How to Cite
1.
Romiko R, Wahyudi JT, Yulia S. PENINGKATAN COMMUNITY AWARENESS TERHADAP INDIKATOR GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI DESA SUNGSANG KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN. khidmah [Internet]. 2020Oct.8 [cited 2024Jun.13];2(2):184-95. Available from: http://khidmah.ikestmp.ac.id/index.php/khidmah/article/view/322
Section
Articles

References

Astawan, Made.2008.Sehat dengan Sayuran Panduan Lengkap Menjaga Kesehatan dengan Sayuran.Bogor:Penerbit Dian Rakyat
Irianto, Koes.2014.Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi (Balanced Nutrition in Reproductive Health).Bandung:ALFABETA
Kementerian Kesehatan RI.2013.Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013.Jakarta:Kementerian Kesehatan RI
Sugianto dkk. 2013. Riskesdas dalam Angka Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2013. Jakarta: Lembaga Penerbitan Badan Litbangkes Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan RI.2016.Buku Panduan GERMAS. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Siagian, Daruwati Multiningtyas.2017. Hubungan Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak SD Kelas IV-VI di SD Pantekosa Magelang Tahun 2017.Naskah Publikasi.Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Iswahyuni, Sri.2017. Hubungan antara Aktifitas Fisik san Hipertensi pada Lansia. Naskah Publikasi.Surakarta: AKPER Mamba‟ul „Ulum Surakarta
Agustin, Farida, Adhila Fayasari, dan Gusti Kumala Dewi.2017. Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Gizi Seimbang terhadap Status Gizi Lebih pada Pegawai Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta Utara. Naskah Publikasi. Jakarta: RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dan Program Studi S1 Gizi, STIKes Binawan. Diunduh pada 8 Juli 2018
Par’i, Holil Muhammad.2014.Penilaian Status Gizi: Dilengkapi Proses Asuhan Gizi Terstandar.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Kementerian Kesehatan RI.2012. Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).Jakarta:Kementerian Kesehatan RI
Sandjadja, dkk.2009. Kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta: Penerbit Buku Kompas
Proverawati, Atikah dan Eni Rahmawati.2012.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika