PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA SISWA SMA NEGERI I KECAMATAN SUNGSANG

Main Article Content

Ayu Dekawaty
Imardiani Imardiani

Abstract

Proses globalisasi menimbulkan transformasi komunikasi dan informasi di berbagai kawasan dunia yang memberikan dampak terhadap perubahan nilai-nilai sosial dan budaya. Keadaan ini membutuhkan kemampuan penyesuaian dan mengatasi masalah yang tinggi, disamping dukungan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai sosial dan budaya yang tanggap terhadap berbagai perubahan. Kondisi demikian sangat rentan terhadap stres, anisietas, konflik, ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku seksual yang menyimpang, yang dapat digolongkan sebagai masalah psikososial (Wirawan, 2007). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim panitia pengabdian masyarakat Milad STIKes Muhammadiyah Palembang, didapatkan data bahwa angka kejadian penyalahgunaan NAPZA masih tinggi, terutama pada remaja. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memberikan pendidikan kesehatan tentang Penyalahgunaan NAPZA pada siswa SMA Negeri I Sungsang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan tujuam agar siswa SMA Negeri I Sungsang mengetahui bahaya dari Penyalahgunaan NAPZA. Hasil dari pemberian edukasi adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang penyalahgunaan NAPZA setelah diberikan intervensi, dari 24% yang berpengetahuan baik menjadi 96% berpengetahuan baik.


 


The process of globalization has led to the transformation of communication and information in various regions of the world that have an impact on changes in
social and cultural values. This situation requires high ability to adapt and overcome problems, in addition to supporting the environment conducive to the
development of social and cultural values that are responsive to various changes. Such conditions are very vulnerable to stress, anxiety, conflict, dependence on
drugs (Narcotics, Psychotropics and other addictive substances), deviant sexual behavior that can be classified as psychosocial problems (Wirawan, 2007). Based
on observations made by the community service committee team of the Muhammadiyah Palembang STIKes Milad, it was found that the incidence of drug
abuse was very high. Based on the description above, the authors provide health education about Drug Abuse to Students at Sungsang Senior High School,
discussion and question and answer methods with the aim that the Sungsang Senior High School students know the dangers of Drug Abuse. The result of providing education is to increase students' knowledge of drug abuse after an intervention has been given, from 24% to 96% have good knowledge.

Article Details

How to Cite
1.
Dekawaty A, Imardiani I. PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA SISWA SMA NEGERI I KECAMATAN SUNGSANG. khidmah [Internet]. 2020Oct.8 [cited 2024Jun.13];2(2):196-05. Available from: http://khidmah.ikestmp.ac.id/index.php/khidmah/article/view/323
Section
Articles

References

Afiatin, T. (2004). Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dengan Program AJI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Amriel, Reza Indragiri. (2012). Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba. Jakarta: Salemba Humanika
Badan Narkotika Nasional. (2014). Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Teknis dan Pilot Project Rehabilitasi dalam Proses Hukum, Rektorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah. Jakarta
Badri M. (2013). Implementasi UndangUndang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dalam Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi
Charles, Z. China’s Growing Appetite for New Kinds of Luxury Goods: Illegal Drugs. 4 Januari 2013. The Atlantic. http://www.theatlantic.com/international/archive/2013/01/ chinas-growing-appetite-for-new-kinds-ofluxury-goodsillegal-drugs/266815/2/, diakses 19 Maret 2014.
Chaplin, J.P. (2011). Kamus Lengkap Psikologi.Diterjemahkan: Kartini Kartono. Jakarta: PT Radja Grafindo Persada.
DEPKES RI. (2014). Provil Kesehatan Indonesia : Masalah Gangguan Jiwa Indonesia.
Diaz,J (2014). DDB: 1.7 Million Pinoys Hooked on Drugs. 2012. The Philippine Star. http://www.philstar.com/headlines/2012/11/14/866389/ddb-17-millionpinoys-hooked-drugs, diakses tanggal 19 Maret 2014. 5 Thanhnien News.
Drug Use on the Rise in Vietnam. 2013, http://www.thanhniennews.com/society/drug-use-on-therise-in-vietnam-1018.html, diakses tanggal 19 Maret 2014
Firdaus, A., Hidayati, E. (2018). Pengetahuan dan sikap Remaja Terhadap Penggunaan NAPZA di Sekolah Menengah Atas di Kota Semarang. Diakses dari https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/download/4415/4060 pada tanggal 20 Maret 2014
Lumbantobing. (2007). Serba-Serbi Narkotika. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta
Nanter, M., Isnaeni, Y. (2019). Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan sikap tentang Penyalahgunaan NAPZA pada Anak Jalanan Binaan Rumah Singgah Ahmad Dahla Yogyakarta diakses dari http://digilib.unisayogya.ac.id/4610/ pada tanggal 30 Mei 2019
Steinberg, L. (2011).How Peers Affect the Teenage Brain. You and Your Adolescent. [online].Tersedia: http://www.psychologytoday.com/blog/you-andyouradolescent/201102/how-peers-affect-the-teenage-brain.[14
November2011]
Tawi,M. (2013). Motivasi Mahasiswa. Surabaya: https://syehaceh.wordpress .com/2013/12/01/motivasi-mahasiswa/. Diakses Tanggal 20 April 2016.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa disertai Penjelasannya. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 185. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5571)
UNODC. (2012). World Drug Report. New York: UNODC Wirawan. (2007). Budaya dan Iklim Organisasi. Jakarta : Salemba Empat
Wresniwiro, M. (2013). Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya. Jakarta, Yayasan Mitra Bintibmas