Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying

Main Article Content

Inne Yellisni

Abstract

Kesehatan mental pada remaja menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian serius saat ini. Hasil survei dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukan sebanyak 15,5 juta atau 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental (Wahdi et al., 2023). Sementara menurut WHO terkait Adolescent Mental Health menunjukan 1 dari 7 anak usia 10 sampai 19 tahun diketahui memiliki masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi dan gangguan perilaku yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan mental di kalangan remaja (WHO, 2021). Tujuan: dari penelitian ini untuk mengedukasi pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara edukasi menggunakan leaflet. Hasil: hasil evaluasi diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja. Kesimpulan: Dari kegiatan yang sudah dilakukanpada siswa SMK 3 Muhammadiyah Palembang didapatkan kesimpulan bahwa kegiatan “edukasi pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja” dapat meningkatkan pengetahuan remaja yang ada di SMK 3 Muhammadiyah Kota Palembang

Article Details

How to Cite
1.
Yellisni I. Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying : Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying. khidmah [Internet]. 2026Apr.30 [cited 2026May12];8(1):132-8. Available from: https://khidmah.ikestmp.ac.id/index.php/khidmah/article/view/545
Section
Articles