ART THERAPY: MELUKIS BEBAS SEBAGAI UPAYA MENGURANGI TANDA GEJALA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI PENDENGARAN)
Main Article Content
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak dialami, sekitar 70% dari total kasus halusinasi. Kondisi ini ditandai dengan mendengar suara atau kebisingan yang tidak nyata, yang dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan berbagai perilaku aneh, seperti tertawa atau berbicara sendiri, marah-marah tanpa alasan, hingga menutup telinga rapat-rapat karena merasa ada suara yang berbicara kepada mereka. Salah satu cara untuk mengontrol dan menurunkan tanda gejala dari halusinasi pendengaran adalah dengan memberikan penanganan non-farmakologis, yaitu melalui art Therapy: melukis bebas. Terapi ini memanfaatkan seni melukis sebagai media untuk mengekspresikan emosi dan pikiran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terapi ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari halusinasi yang dialami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengontrol halusinasi, mengurangi tanda dan gejala, serta mencegah timbulnya kegawatan perilaku akibat halusinasi. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan mengobservasi tanda dan gejala serta wawancara dan memberikan art therapy: melukis bebas pada 13 klien dengan halusinasi pendengaran. Hasil dari pengabdian ini didapatkan terdapat penurunan jumlah tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien sebelum dan setelah diberikan intervensi. Luaran dari hasil pengabdian masyarakat ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan bahan ajar Mata Kuliah Keperawatan serta dipublikasikan ke Jurnal Pengabdian masyarakat tingkat nasional dengan harapan dapat menjadi sumber rujukan dalam pengembangan ilmu Keperawatan.
Article Details

Khidmah oleh http://khidmah.ikestmp.ac.id/index.php/khidmah disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.